Connect with us

Akhlak

Yuk Bentuk Kebiasaan Baik

Published

  on

Yuk Bentuk Kebiasaan Baik
Foto : Magda Fou

Sahabat HMJ pasti mengenal donk, Imam Asy Syafi’i. Beliau pendiri mazhab Syafi’i  dan sangat terkenal kuat hafalannya. Saat usia belum genap 7 tahun beliau mampu menghafalkan Al-Qur’an, bahkan pada usia  12 tahun beliau mampu menghafal keseluruhan kitab Al-Muwaththa’ Imam malik. Sahabat HMJ pasti juga mengenal Muhammad Al-fatih, Penakluk konstantinopel.

Beliau adalah salah satu orang yang istimewa diantara kaum muslim lainnya. Beliau hebat bukan hanya suatu kebetulan. Semua itu karena kebiasaan yang beliau lakukan. Muhammad al-fatih dapat menaklukan konstantinopel karena beliau dilatih untuk hal itu. Begitupula Imam Syafi’I, ibunya adalah seorang hafidzah membuat beliau terbiasa untuk mendengarkan ayat-ayat al-qur’an.

Sahabat HMJ pernah lihat anak kecil dapat berbicara bahasa arab dengan fasih. Subhanallah , bukan .

Akan tetapi ketika tahu bahwa anak itu berasal dari arab pasti hal tersebut sudah menjadi  biasa, karena mereka sering berbicara bahasa arab.

Semua perilaku manusia terjadi bedasarkan kebiasaan. Mulai dari berfikir, sikap mental, mood, cara makan, berbicara, membaca, berbahasa, sampai pada kreativitas dan produktivitas.  Dalam suatu penelitian disampaikan bahwa dari 11.000 sinyal yang diterima otak manusia, hanya 40 yang diproses secara sadar, sedangkan sisanya diproses secara otomatis. Hasil penelitian lain juga menyampaikan  setidaknya 95% respons manusia terhadap kondisi tertentu terjadi secara otomatis.



Jadi , kita adalah gabungan beberapa kebiasaan dalam diri kita. Seseorang yang memiliki banyak kebiasaan baik akan menghasilkan pribadi yang baik dibandingkan dengan seseorang yang memiliki sedikit  kebiasaan baik.

Struktur Kebiasaan

Bagaimana Kebiasaan Terbentuk?

Kebiasaan merupakan hasil daripada perulangan suatu aktivitas dalam jangkan waktu tertentu. Semakin banyak perulangannya, maka kebiasaan akan semakin kuat. Kebiasaan dipilih bedasarkan cara berpikir, akan tetapi proses pembentukannya peran akal tidaklah terlalu dominan.

Ada 2 Faktor yang menentukan apakah kita akan memiliki kebiasaan.

  1. Practice (Latihan)

Berfungsi untuk menentukan apakah aktivitas yang dilakukan sudah benar atau belum, tepat sasaran atau tidak.

  1. Repetition (Perulangan)

Pengulangan akan menyempurnakannya.

Dalam Seni Bela Diri contohnya, latihan diperlukan agar gerakan –gerakan bela diri dilakukan dengan teknik yang benar. Jika tekniknya salah, maka akan menimbulkan kebiasaan yang salah.  Kunci dari membentuk kebiasaan adalah perulangan. Dengan perulangan ,kita akan menanamkan suatu ingatan pada tubuh kita, sehingga ingatan tersebut akan dilakukan secara otomatis. Perulangan  dalam seni bela diri akan menimbulkan gerak menjadi refleks tanpa harus berpikir.

 

Dalam Ayat al-Qur’an juga menyampaika perulangan merupakan kunci untuk memberikan pengajaran atau ilmu.

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali didalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertaqwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan Pengajaran bagi mereka (QS Thahaa[2]:113)

Berapa Lama Kebiasaan terbentuk?

Seperti hal nya menginstall program dikomputer , kebiasaan juga membutuhkan waktu lama untuk terbentuk. Awal membentuk kebiasaan baru memang sangat sulit. Bahkan menjalani 10 hari awal mungkin telah menyelesaikan hampir 75% kesulitan membentuk kebiasaan . Membentuk kebiasaan tidaklah memerlukan motivasi dan keinginan yang kuat. Kebiasan akan terbentuk suka ataupun tidak jika kita mengulang aktivitas dalam jangka waktu tertentu.

kebiasaan baru terbentuk dalam 30 hari, kita dapat rasakan pada bulan Ramadhan. Awal bulan Ramadhan tubuh kita akan merasakan sangat lemas karena kebiasaan makan siang yang berubah. Setelah menjalankan puasa selama 29/30 hari tubuh kita akan terbiasa dengan ritme pola makan bulan puasa.

Kebiasaan tidak dapat terbentuk, jika kita melewatkan perulangannya walaupun hanya satu hari.karena kebiasaan memerlukan konsistensi. Walaupun kebiasaan baru sudah terbentuk tapi kebiasaan ini masih rapuh dan keinginan untuk kembali pada kebiasaan lama masih besar . Diperlukan waktu 3 bulan agar kebiasaan kuat dan diperlukan waktu 1 tahun untuk membentuk kebiasaan menjadi otomatis dan hampir permanen.

Yuk, Membentuk Kebiasaan Baik

  1. Mulai dari yang kecil

Target yang tinggi akan menimbulkan rasa jenuh dan putus ditengah-tengah. Mulailah dari yang kecil dan target akan naik secara otomatis bila kebiasaan mulai terbentuk.

  1. Temukan Tempat Kebiasaan

Untuk memulai kebiasaan baru akan lebih mudah jika menyisipkannya pada kebiasaan yang sudah terbentuk. Misalnya: setelah mandi saya akan membaca buku.

  1. Berlatihlah terus

Biasanya kita lupa untuk melakukan kebiasaan yang baru untuk mencegah hal itu tarulah pengingat dimanapun kamu berada dan jika perlu pasang alarm sebagai pengingat kebiasaan baru.

 

Sumber:  How to master your Habits, Felix Y. Siauw

 

 

Continue Reading
Advertisement
Comments
Advertisement

Artikel Terbaru

pray pray
Kultum1 bulan ago

Kiat agar Do’a di Kabulkan oleh Allah

Assalamualaikum, ukhwah fillah untuk sahabat HMJ semua. Pada kesempatan kali ini kita belajar untuk yakin akan segala rencana Allah azzawajala....

Materi Tarbiyah3 bulan ago

Ukhuwah Islamiyah

Temen, sahabat, saudara dan apapun sebutan lainnya, pasti dari kita semua mempunyainya, entah satu dua atau dalam jumlah banyak. Teman...

hijab hijab
Kultum3 bulan ago

Bekal Dakwah bagi Muslimah

Berdakwah atau mengajak orang lain menuju jalan kebaikan memiliki keutamaan yang luar biasa baik untuk duniawi maupun ukhrawi. Dan tidak...

hangout hangout
Kultum3 bulan ago

Keutamaan Silaturahim

Banyak manfaat yang didapat saat kita terus menjalin silaturahim kepada saudara maupun kerabat. وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ...

Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri
Kultum3 bulan ago

Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri

Apa sih ujub? kenapa islam melarang untuk bersikap ujub? حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ...

Belajar Parenting dari Nabi Ibrahim Belajar Parenting dari Nabi Ibrahim
Kultum3 bulan ago

Belajar Parenting dari Nabi Ibrahim

Di era sekarang sebagai orang tua muslim bisa mencontoh model pendidikan Nabi Ibrahim dalam melahirkan anak saleh. 1. Mengutamakan istri...

Cara Mencintai Rasulullah Cara Mencintai Rasulullah
Kultum3 bulan ago

Cara Mencintai Rasulullah

Sudah seharusnya kita sebagai muslim yang taat , mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad Saw melebihi kecintaan dan pengagungan terhadap selainnya....

Menjaga Kesucian Jiwa dan Hati Menjaga Kesucian Jiwa dan Hati
Kultum3 bulan ago

Menjaga Kesucian Jiwa dan Hati

Kunci mendapatkan kebahagian didunia dan akhirat adalah sucinya hati dan jiwa. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan...

Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah pada Hari Kiamat Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah pada Hari Kiamat
Kultum3 bulan ago

Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah pada Hari Kiamat

Kelak saat hari kiamat itu tiba, manusia sangat membutuhkan perlindungan Allah. Pada hari itu mereka dikumpulkan ditempat lapang yang sangat...

KULTUMOrang-Orang yang Tidak Akan Dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat KULTUMOrang-Orang yang Tidak Akan Dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat
Kultum3 bulan ago

Orang-Orang yang Tidak Akan Dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat

Pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat yang baik dan ingin bernasib baik. Namun terkadang manusia mudah terhasut, mudah tergoda sehingga...