Connect with us

Inspirasi

RINDU

Published

  on

rindu
Foto : Johannes Plenio

RINDU….

Rindu itu pengingat,

Pengingat, untuk kita ketika kita mulai lalai.

Rindu itu obat, ketika kita mulai lupa akan suatu hal.

Rindu itu penguat, penguat kesabaran yang ketika kita rindu maka tingkat sabarpun harus di naikan.

Dan rindu itu adalah penawar, yang ketika kita merindu maka rindu itu akan bergerak mencari penawarnya.

Rindu…

Rindu itu anugrah, karena setiap insan yang memiliki hati nurani punya rasa rindu.

Kerinduan malam itu menggema di setiap sudut mesjid istiqlal, ratusan orang datang untuk merindu, memuja cipta dan cinta yang sangat luarbiasa, melantunkan ayat-ayat indah Al-Qur’an, membasahi relung qalbu yang terdalam.

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta dan rindu sejati. Ibarat tasbih dan benang pengikatnya, terajut menjadi untaian yang akan selalu di sentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabnya.

Rindunya kami padamu ya Rasul Allah.

Kajian hari ini merupakan peringatan hari Al-Qur’an, peringatan yang sangat istimewa, pemuda dan orang tua memenuhi setiap jengkal mesjid besar ini, riuh piuh lantunan zikir membuat kerinduan padaMu Muhamad SAW semakin mendalam.

Acara yang di adakan bersama ustadz Adi Hidayatullah yang banyak di hadiri jamaah, dan juga banyak di hadiri oleh orang-orang penting dari dalam negeri ataupun luar negeri, seperti beberapa kedutaan dari luar negeri yang ikut serta meramaikan hari Al-Qur’an yang jatuh pada Minggu 28 Januari 2018 kemarin.

Tak lupa juga acara tersebut di hadiri oleh anak-anak tahfidz Al-Qur’an yang datang dari pelosok pelosok negeri tercinta ini.

Ayat – ayat Allah itu sungguh indah di telinga, dan yang lebih indah lagi ketika mereka melantunkan ayat – ayat Allah lengkap dengan arti, surah, ayat dan halaman berapa ayat yang mereka baca. subhanaAllah ya Raab, sungguh indah pemandangan dan pendengaran yang hamba saksikan ini.

Peringatan hari Al-Qur’an ini, mengingatkan aku dengan kisah seorang sahabat Nabi SAW Billal Bin Rabbah seorang Muadzin Masjid Nabawi. Sejak Rasulullah wafat, Bilal meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak lagi melantukan Adzan di puncak Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan permintaan Khalifah Abu Bakar ketika itu, yang kembali memintanya untuk menjadi muadzin tidak bisa Ia penuhi.

Dengan kesedihan yang mendalam Bilal berkata : “Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.” Khalifah Abu Bakar pun bisa  memahami kesedihan Bilal dan tak lagi memintanya untuk kembali menjadi muadzin di Masjid Nabawi, melantunkan Adzan panggilan umat muslim untuk menunaikan shalat fardhu.Ia memutuskan untuk meninggalkan Madinah, bergabung dengan pasukan Fath Islamy hijrah ke negeri Syam. Bilal kemudian tinggal di Kota Homs, Syria.

Sekian lamanya Bilal tak berkunjung ke Madinah, hingga pada suatu malam, Rasulullah Muhammad SAW hadir dalam mimpinya. Dengan suara lembutnya Rasulullah menegur Bilal : “Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?“

Bilal pun segera terbangun dari tidurnya. Tanpa berpikir panjang, Ia mulai mempersiapkan perjalanan untuk kembali ke Madinah. Bilal berniat untuk ziarah ke makam Rasulullah setelah sekian tahun lamanya Ia meninggalkan Madinah. Setibanya di Madinah, Bilal segera menuju makam Rasulullah. Tangis kerinduannya membuncah, cintanya kepada Rasulullah  begitu besar.

Cinta yang tulus karena Allah kepada Baginda Nabi yang begitu dalam. Pada saat yang bersamaan, tampak dua pemuda mendekati Bilal. Kedua pemuda tersebut adalah Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Masih dengan berurai air mata, Bilal tua memeluk kedua cucu kesayangan Rasulullah tersebut.

Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah, juga turut haru melihat pemandangan tersebut. Kemudian salah satu cucu Rasulullah itupun membuat sebuah permintaan kepada Bilal.“Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami.” Umar bin Khattab juga ikut memohon kepada Bilal untuk kembali mengumandangkan Adzan di Masjid Nabawi, walaupun hanya satu kali saja. Bilal akhirnya mengabulkan permintaan cucu Rasulullah dan Khalifah Umar Bin Khattab.

Saat tiba waktu shalat, Bilal naik ke puncak Masjid Nabawi, tempat Ia biasa kumandangkan Adzan seperti pada masa Rasulullah masih hidup. Bilal pun mulai mengumandangkan Adzan. Saat lafadz “Allahu Akbar” Ia kumandangkan, seketika itu juga seluruh Madinah terasa senyap. Segala aktifitas dan perdagangan terhenti. Semua orang sontak terkejut, suara lantunan Adzan yang dirindukan bertahun-tahun tersebut kembali terdengar dengan merdunya.

Kemudian saat Bilal melafadzkan “Asyhadu an laa ilaha illallah“, penduduk Kota Madinah berhamburan dari tempat mereka tinggal, berlarian menuju Masjid Nabawi.  Bahkan dikisahkan para gadis dalam pingitan pun ikut berlarian keluar rumah mendekati asal suara Adzan yang dirindukan tersebut. Puncaknya saat Bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah“, seisi Kota Madinah pecah oleh tangis dan ratapan pilu, teringat kepada masa indah saat Rasulullah masih hidup dan menjadi imam shalat berjamaah.

Tangisan Khalifah Umar bin Khattab terdengar  paling keras. Bahkan Bilal yang mengumandangkan Adzan tersebut tersedu-sedu dalam tangis, lidahnya tercekat, air matanya tak henti-hentinya mengalir. Bilal pun tidak sanggup meneruskan Adzannya, Ia terus terisak tak mampu lagi berteriak melanjutkan panggilan mulia tersebut. Hari itu Madinah mengenang kembali masa saat Rasulullah masih ada diantara mereka. Hari itu, Bilal melantukan adzan pertama dan terakhirnya semenjak  kepergian Rasulullah. Adzan yang tak bisa dirampungkannya. [Sumber: 1001kisahteladan.com]

Dan peringatan Al-Qur’an ini merupakan sebuah kerinduan kepada sang Nabi Muhamad SAW, Dialah Nabi yang ketika di akhir hayatnya masih memikirkan umatnya ‘Umatku… Umatku… Umatku’ itulah rintihan terakhirnya, untanyan kalimat yang menandakan betapa Dia sangat menyayangi Hamba-Hambanya, meskipun kadang kita sebagai Hambanya sering sekali melupakannya, enggan menjalankan kewajiban yang di ajarkannya. Dan kita kadang lupa untuk membaca ayat – ayat cintanya dan mengimaniNya Al-Qur’an, seperti yang RasulAllah dan orang – orang beriman lakukan.

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan Rasul-Rasul-Nya. Mereka berkata; Kami tidak membeda-bedakan antara seorang-Pun dari para Rasul-Nya. Dan mereka berkata; kami dengar dan kami taat. Mereka berdo’a; Ya Tuhan kami, Ampunilah kami dan kepada Engkau-lah kami akan kembali’. Al-Baqarah – 285

Continue Reading
Advertisement
Comments
Advertisement

Artikel Terbaru

hijrah hijrah
Lainnya2 weeks ago

Hijrah

Hijrah disini yang akan dibahas adalah mengenai fenomena yang terjadi di muslim Indonesia khususnya. Banyak saudara-saudara kita baik non maupun...

amalan muslimah dibulan dzulhijjah amalan muslimah dibulan dzulhijjah
Kajian2 weeks ago

Amalan Muslimah Dibulan Dzulhijjah

Tanggal 13 Agustus 2018 sudah memasuki bulan dzulhijjah. Sebagai muslimah yang taat, perlu adanya melakukan amalan muslimah dibulan dzulhijjah. Kenapa...

Mengenang Kembali Sejarah Hari Raya Idul Adha Mengenang Kembali Sejarah Hari Raya Idul Adha
Sejarah1 month ago

Mengenang Kembali Sejarah Hari Raya Idul Adha

Tahun 2018, menurut kalender hari raya idul adha jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018. Tidak ada salahnya tulisan kali ini...

panduan menjalankan puasa ayyamul bidh panduan menjalankan puasa ayyamul bidh
Puasa2 months ago

Panduan Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh

Panduan menjalankan puasa ayyamul bidh terbilang mudah dalam pelaksanaannya. Cukup dengan mengucapkan niat puasa ayyamul bidh dan menjalani puasa sesuai...

belajar memaafkan belajar memaafkan
Hikmah2 months ago

Belajar Memaafkan

“Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara...

Keutamaan Bulan Ramadhan Keutamaan Bulan Ramadhan
Puasa2 months ago

Keutamaan Bulan Ramadhan

Keutamaan bulan ramadhan sangat banyak karena penuh dengan keberkahan dan pastinya menjadi bulan yang selalu dirindukan. Berikut keutamaan bulan ramadhan...

Membangun Kedekatan dengan Allah Swt. Membangun Kedekatan dengan Allah Swt.
Kajian2 months ago

Membangun Kedekatan dengan Allah Swt.

Membangun kedekatan dengan Allah Swt. sangat penting untuk muslim muslimah. kenapa? karena hidup akan terasa penuh syukur apabila kita sudah...

Pemuda Australia yang Menginspirasi "Ali Banat" Pemuda Australia yang Menginspirasi "Ali Banat"
Inspirasi3 months ago

Pemuda Australia yang Menginspirasi “Ali Banat”

Pemuda Australia yang Menginspirasi “Ali Banat” , lahir dari keluarga mampu. segala kebutuhan tercukupi dan hidup dengan penuh kenikmatan. Sampai...

Rencana Memanfaatkan Ramadhan Rencana Memanfaatkan Ramadhan
Puasa3 months ago

Rencana Memanfaatkan Ramadhan

Seluruh umat muslim tentunya menantikan datangnya bulan ramadhan. bulan penuh rahmat dan keberkahan. semua pintu ampunan dibuka lebar-lebar bagi setiap...

bagaimana muslimah menyambut ramadhan bagaimana muslimah menyambut ramadhan
Muslimah3 months ago

Bagaimana Muslimah Menyambut Ramadhan

Bagaimana muslimah menyambut ramadhan tahun ini ? Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, tidak seharusnya seorang muslimah menyia-nyiakan bulan ini. Bahkan...

loading...

Copyright © 2017-2018 HMJ Media. All Right Reserved.