Connect with us

Kultum

Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri

Published

  on

Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri
Foto : Kym Ellis

Apa sih ujub? kenapa islam melarang untuk bersikap ujub?

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَمَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ الَّذِي يُسِرُّ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ أَفْضَلُ مِنْ الَّذِي يَجْهَرُ بِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ لِأَنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ أَفْضَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ صَدَقَةِ الْعَلَانِيَةِ وَإِنَّمَا مَعْنَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ لِكَيْ يَأْمَنَ الرَّجُلُ مِنْ الْعُجْبِ لِأَنَّ الَّذِي يُسِرُّ الْعَمَلَ لَا يُخَافُ عَلَيْهِ الْعُجْبُ مَا يُخَافُ عَلَيْهِ مِنْ عَلَانِيَتِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin ‘Arafah] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ayyasy] dari [Bahir bin Sa’d] dari [Khalid bin Ma’dan] dari [Katsir bin Murrah Al Hadlrami] dari [‘Uqbah bin Amir] ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seseorang yang membaca al-Qur’an dengan suara keras seperti orang yang menampak-nampakkan sedekah, sedangkan orang yang membaca al-Qur’an dengan suara lirih, seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan gharib. Makna hadits ini adalah; “Orang yang membaca al-Qur’an dengan suara lirih lebih baik dari yang membaca dengan suara keras, karena sedekah sembunyi-sembunyi itu lebih baik dari sedekah dengan terang-terangan menurut para ulama. Sedangkan menurut ulama mengenai makna hadits ini adalah agar seseorang terhindar dari sifat ujub, karena orang yang melakukan amalan dengan sembunyi-sembunyi itu tidak dikhawatirkan ujub seperti bila dilakukan secara terang-terangan.”(Hadits Tirmidzi Nomor 2843)

Ujub merupakan bagian dari penyakit hati. Ujub atau berbangga diri merupakan sifat yang menjadi penyebab sempurnanya iman seseorang.

Dalam sejarah sudah banyak contoh dari sikap ujub, salah satunya

Iblis yang sangat bangga dengan kedudukannya. dia tidak mau menuruti Allah untuk bersujud kepada Adam. Sampai pada akhirnya iblis diusir dari surganya Allah dan menjadikan iblis masuk neraka.

Tanda-tanda ujub :

1. Dalam masalah ilmu

Jika kita sudah merasa bangga terhadap ilmu yang dimiliki seolah memiliki banyak ilmu, dan meremehkan orang lain.

2. Dalam masalah harta

Berfoya-foya dengan menghamburkan harta yang dimiliki dan menyombongkannya kepada orang lain.

3. Dalam masalah kekuatan

Bangga dengan kekuasaan dan jabatan yang tinggi dan memanfaatkannya untuk melakukan kezaliman dan menindas orang lain.

4. Dalam masalah kemuliaan

Seorang yang congkak karena kemuliaannya, keturunannya, dan asal-usulnya yang ia yakini terhormat. Dengan semua itu, ia tidak merasa butuh untuk memperbaiki diri. Akhirnya, ia lambat bekerja, banyak mencemooh dan meremehkan.

5. Dalam masalah ibadah

Saat kita bangga dengan amal, dan bangga melakukan banyak kebaikan, dan melupakan Sang Pemberi nikmat, akhirnya amalnya menjadi sia-sia dan binasa. Ia pun sengsara dengan kesombongannya.

 

Sumber :

TafsirQ

Nur Sillaturahmah, Lc

Continue Reading
Advertisement
Comments
Advertisement

Artikel Terbaru

pray pray
Kultum1 bulan ago

Kiat agar Do’a di Kabulkan oleh Allah

Assalamualaikum, ukhwah fillah untuk sahabat HMJ semua. Pada kesempatan kali ini kita belajar untuk yakin akan segala rencana Allah azzawajala....

Materi Tarbiyah3 bulan ago

Ukhuwah Islamiyah

Temen, sahabat, saudara dan apapun sebutan lainnya, pasti dari kita semua mempunyainya, entah satu dua atau dalam jumlah banyak. Teman...

hijab hijab
Kultum3 bulan ago

Bekal Dakwah bagi Muslimah

Berdakwah atau mengajak orang lain menuju jalan kebaikan memiliki keutamaan yang luar biasa baik untuk duniawi maupun ukhrawi. Dan tidak...

hangout hangout
Kultum3 bulan ago

Keutamaan Silaturahim

Banyak manfaat yang didapat saat kita terus menjalin silaturahim kepada saudara maupun kerabat. وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ...

Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri
Kultum3 bulan ago

Larangan Bersikap Ujub dan Berbangga Diri

Apa sih ujub? kenapa islam melarang untuk bersikap ujub? حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ...

Belajar Parenting dari Nabi Ibrahim Belajar Parenting dari Nabi Ibrahim
Kultum3 bulan ago

Belajar Parenting dari Nabi Ibrahim

Di era sekarang sebagai orang tua muslim bisa mencontoh model pendidikan Nabi Ibrahim dalam melahirkan anak saleh. 1. Mengutamakan istri...

Cara Mencintai Rasulullah Cara Mencintai Rasulullah
Kultum3 bulan ago

Cara Mencintai Rasulullah

Sudah seharusnya kita sebagai muslim yang taat , mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad Saw melebihi kecintaan dan pengagungan terhadap selainnya....

Menjaga Kesucian Jiwa dan Hati Menjaga Kesucian Jiwa dan Hati
Kultum3 bulan ago

Menjaga Kesucian Jiwa dan Hati

Kunci mendapatkan kebahagian didunia dan akhirat adalah sucinya hati dan jiwa. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan...

Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah pada Hari Kiamat Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah pada Hari Kiamat
Kultum3 bulan ago

Tujuh Golongan yang Dilindungi Allah pada Hari Kiamat

Kelak saat hari kiamat itu tiba, manusia sangat membutuhkan perlindungan Allah. Pada hari itu mereka dikumpulkan ditempat lapang yang sangat...

KULTUMOrang-Orang yang Tidak Akan Dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat KULTUMOrang-Orang yang Tidak Akan Dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat
Kultum3 bulan ago

Orang-Orang yang Tidak Akan Dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat

Pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat yang baik dan ingin bernasib baik. Namun terkadang manusia mudah terhasut, mudah tergoda sehingga...